Senin, 03 Juni 2013

7 Air Terjun Paling Maut di Dunia


Air terjun memang bukan cuma soal pemandangan, tapi juga debit air dan ketinggiannya. Kalau Anda memang suka tantangan, coba hampiri 7 air terjun paling tinggi dan paling maut di dunia berikut ini.
Di luar pemandangannya yang dahsyat, beberapa air terjun di dunia dinilai paling maut karena ketinggiannya. Oleh karena itu, banyak traveler yang haus akan tantangan berdatangan mengunjunginya. Dilihat detikTravel dari situs Wonders World, ini dia hitung mundur 7 air terjun paling maut di dunia:


7. Yosemite Falls, AS

Dimulai dari nomor 7, ada Yosemite Falls di Taman Nasional Yosemite, California, Amerika Serikat. Dengan tinggi mencapai 739 meter, air terjun ini menjadi primadona traveler dunia. Uniknya, air terjun ini memiliki beberapa lembah yang memecah jatuhnya air dari atas.
Pada ketinggian 436 meter, ada sebuah lembah berukuran cukup besar. Debit air yang cukup besar dari atas seakan menabrak lembah dan menghasilkan percikan air yang indah. Kemudian, air akan kembali jatuh ke bawah. Selanjutnya, ada juga lembah kecil di ketinggian 205 meter dan 97 meter.
Lembah-lembah tersebut tidak dibuat oleh manusia. Air terjun yang tinggi membuat tekanan air sangat besar, sehingga membuat lubang yang saat ini dikenal dengan nama lembah di Yosemite Falls.


6. Mutarazi Falls, Zimbabwe

Siapa sangka, ternyata Zimbabwe juga punya air terjun yang sangat tinggi dan cantik. Namanya Mutarazi Falls, air terjun setinggi 762 meter yang jatuh di Sungai Mtarazi. Ternyata, air terjun ini sudah sering didatangi oleh banyak traveler.
Mereka yang datang biasanya adalah yang suka tantangan. Para wisatawan tersebut biasa melompat bebas berbekal parasut dari puncak air terjun. Berbeda dengan Yosemite Falls yang memiliki lembah, Mutarazi Falls tampak polos tanpa halangan bagi yang mau terjun bebas hingga ke dasarnya.


5. Gocta Cataracts, Peru

Selanjutnya ada Gocta Cataracts di Peru yang punya 2 air terjun sekaligus. Keduanya mengalir dari ketinggian 771 meter menuju Sungai Cocahuayco. Air terjun ini sudah dikenal oleh warga sekitar selama berabad-abad. Tapi kemudian mendadak terkenal karena ilmuwan asal Jerman, Stefan Ziemendorff. Dirinya mengukur ketinggian air terjun dan mempopulerkannya.
Air terjun ini dikenal memiliki debit air yang besar. Saking besarnya, suara deburan airnya sudah terdengar dari radius beberapa kilometer.


4. Air Terjun Mongefossen, Norwegia

Hanya berbeda 2 meter dari Gocta Cataracts, Norwegia punya air terjun bernama Mongefossen dengan ketinggian 773 meter. Air terjun ini terlihat sangat cantik. Banyak juga wisatawan yang terjun bebas dari puncaknya.
Sayangnya, air di Mongefossen saat ini sudah tak sederas dulu. Airnya digunakan sebagian untuk pembangkit listrik tenaga air. Jadi saat musim panas, bisa jadi Mongefossen tak akan mengeluarkan air sedikitpun.


3. Air Terjun Ramnefjellsfossen, Norwegia

Berada di posisi ketiga dan masih di Norwegia, ada Ramnefjellsfossen yang memiliki ketinggian 818 meter. Air terjun yang juga dikenal dengan nama Utigardsfossen ini punya debit air yang sangat besar. Semua air tersebut mengisi Danau Lovatnet yang tenang dan indah.
Pada ketinggian sekitar 599 meter, air yang jatuh dari puncaknya 'singgah' terlebih dulu bebatuan yang cukup besar. Setelah itu, air kemudian kembali meluncur bebas menuju danau di bawahnya.


2. Tugela Falls, Afrika Selatan

Memiliki ketinggian 948 meter, membuat Tugela Falls dikenal sebagai air terjun tertinggi kedua di dunia. Air terjun ini berada di lereng Pegunungan Dragon yang masih masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Royal Natal.
Selain memiliki ketinggian yang dahsyat, Tugela Falls juga punya dinding yang cantik. Sesekali air terjun akan terpecah karena menghantam dinding batu yang menjorok keluar. Saat sore hari, Tugela Falls terlihat makin cantik. Air terjun ini akan disinari oleh cahaya matahari dan memantulkannya menjadi pelangi yang indah.


1. Angel Falls, Venezuela

Di ujung Gunung Auyantepui di Rio Caroni, Taman Nasional Canaima, Venezuela, Amerika Selatan, air terjun ini mengalirkan air dari ketinggian 979 meter. Nama air terjun ini sebenarnya diambil dari nama pilot yang pertama kali terbang untuk mencari tambang emas pada tahun 1963. Pilot bernama James Crawford Angel tersebut kemudian melihat air terjun dan mendaratkan pesawat tidak jauh lokasi. Untuk mengenang penemuannya, maka air terjun tersebu diberi nama Angel Falls.
Saat air sedang banyak-banyaknya terjun dari atas, jangan pernah untuk berdiri persis di bawah air dengan maksud untuk merelaksasikan badan seperti yang bisa Anda lakukan di air terjun lainnya. Jika Anda memaksakan itu, bukan kesegaran yang bisa didapat, tapi malah justru sakit yang bisa Anda rasakan. Hati-hati juga jika berencana untuk terjun bebas dari puncaknya, sebab Angel Falls punya dinding berbatu tajam.

beautiful planets

Pulau Ajaib Socotra



Pulau ini terletak di Yaman. Dari luar pulau ini terlihat seperti pulau lainnya, namun setelah kalian berada di dalam pulau ini kalian akan merasa berada di planet lain atau pun di zaman purba. Tumbuhan dan hewan yang unik dan endemik. Salah satu flora unik tersebut yaitu Pohon darah Naga. Selain itu ada pohon Dorstenia Socotra, pohon ini terlihat seperti tanaman hias adenium versi Raksasa. Disisi fauna, pulau ini juga memiliki spesies burung endemik seperti Socotra Starling Onychognathus Frater, Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri, Socotra Sparrow Passer Insularis,dan Grosbeak Socotra Rhynchostruthus Socotranus. Ada juga Burung Penyanyi Socotra, incana incana. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia asli pulau Socotra. Pulau ini juga memiliki spesies endemik terumbu karang. Pulau ini tempatnya spesies-spesies masa lampau

Pelangi Putih

Pelangi yang kita kenal biasanya berwarna-warni, merah kuning hijau orange dll tetapi di Kutub Utara terjadi sebuah momen langka dan mengagumkan, dimana sebuah pelangi berwarna putih menghiasi langit di Kutub Utara. Fenomena pelangi putih yang amat langka ini bernama busur kabut, dan berhasil diabadikan oleh Sam Dobson pada ekspedisi terbarunya ke Kutub Utara.



Saat kapal pemecah es melaju melalui perairan yang dingin, Sam melihat sebuah pelangi melengkung, namun ia keheranan sebab pelangi itu benar-benar berwarna putih. Inilah yang membuat dia dengan segera meraih kamera untuk menagkap fenomena alam yang menakjubkan ini.

"Saat itu sekitar tengah malam, namun pada waktu-waktu ini setiap tahunnya, Kutub Utara masih diterangi cahaya . Awalnya itu hanya tampak seperti awan, tapi saat kita mendekat barulah menyadari bahwa itu adalah pelangi, namun warnanya putih." tutur pria Rusia berumur 51 tahun ini yang dikutip Mail Online.

"Aku tercengang dan kagum dengan keajaiban alam ini. Meskipun begitu terobsesi dengan fotografi, saya kadang-kadang lupa untuk menekan tombol kamera." tambahnya.



Sam telah bepergian dengan kapal pemecah es nuklir "50 years of Victory", yang merupakan terbesar dari jenisnya di dunia, dan berangkat dari kota Murmansk, Rusia.

Diketahui, busur kabut merupakan fenomena yang mirip dengan pelangi, namun berbeda dengan pelangi biasanya yang terjadi saat hujan, busur kabut ini muncul ketika cuaca berkabut. Dan karena kecilnya ukurannya tetesan air yang menyebabkan kabut (lebih kecil dari 0,05 milimeter), busur itu tampak sebagai pelangi berwarna putih.